Bagaimana Cara Melepaskan Beban Pikiran yang Begitu Berat?

Gue sekarang tahu rasanya ketika orang ngomong, “duh, berat banget rasanya kepala gue”

Hingga gue sendiri merasakan, sebenarnya sudah pernah, cuman nggak pernah selama ini. 

Ya, gue merasakan hampir seminggu, terus gue mikir, “ini bakalan ilang atau nggak, ya. Kok rasanya berat banget.”

Karena kehidupan sehari-hari sebagai indiepreneur alias independent entrepeneur, meski dengan tim cuman beberapa orang saja, tapi gue tetap memandang sebagai entrepreneur. Hahaha. 

Ya, yang mungkin dirasakan para entrepreneur lainnya adalah mikirin sales, ini adalah hal yang lumrah terjadi, tapi kalau sudah berhari-hari ini yang bikin nggak beres, perlu didiagnosis. 

Selain berpengaruh pada kesehatan, juga pada vibrasi, jadinya kurang feeling good kalau kerja, tuh.

Meski juga sadar, bahwa rezeki gue dijamin Allah, tapi pikiran dan perasaan gue masih belum tenang juga.

Berhari-hari mikirin, “bagaimana biar kondisi sales berubah—sesuai yang diharapkan?”

Ya, berbagai cara sudah dilakukan, karena biasanya untuk tetap tenang adalah dengan berdiskusi, tapi ternyata tidak berefek. 

Photo by Ahmad Gunnaivi on Unsplash.com

Mulai dari mengubah makna dari kejadian tersebut, hingga mencari apa sebabnya, tapi beban pikiran masih terus bercokol, rasanya bangun tidur itu berat banget kepala bagian belakang. 

Hingga akhirnya, di suatu malam, gue mengundang teman dekat, yang biasa ngobrol sama gue. 

Ya, cuman pengen ngobrol seru-seruan saja, dan ya, gue dapat pencerahan, diingatkan kembali oleh-Nya.

Apa itu?

Ya, gue terlalu memaksakan hasil. 

Padahal ini adalah ranah-Nya, bukan lagi ranah gue. Karena gue sudah berikhtiar semaksimal mungkin, maksudnya itu gue udah melakukan prosedur sebagaimana mestinya.

Jadi buat lu yang lagi merasakan beban pikiran yang sulit hilang, boleh jadi lu terlalu memaksakan hasil. 

Mungkin lu bukan pengusaha, tapi lu tanpa sadar bergantung pada tindakan yang lu lakukan.

Misalnya, lu melakukan A, sudah memastikan hasilnya B. Tapi, ternyata nggak dapet-dapet itu hasilnya B, ya, jadinya stres sendiri. 

Sebenarnya kedua hal itu nggak bisa terjadi dalam bersamaan, karena kalau lu fokus ke hasil, cara untuk mencapai hasilnya nggak terduga, atau boleh jadi nggak pernah kepikiran sebelumnya.

Begitu sebaliknya, ketika lu fokus sama cara, hasilnya belum tentu tercapai. 

Pemahaman ini gue dapetin ketika ikut kelas Law of Unpredictable mas Arif Rh. 

“kalau Anda fokus terhadap cara, hasilnya tak terprediksi. Ketika Anda fokus terhadap hasil, caranya tak terduga.”

Beliau memberikan statement tersebut hasil dari interpretasi dari hukum ketidakpastian Werner Heisenberg. 

So, lepaskan segala hasil yang lu harapkan, anggap saja sudah terjadi, rasakan rasa yang lu inginkan ketika itu terjadi. 

Semoga bermanfaat.

Salam,
Dwi Andika Pratama
yang hari ini libur sarapan nasi uduk. 

Komentar